Thursday, 9 February 2017

Untuk Teman Bermain

Untuk N

Mungkin kau baru membaca tulisanku ini kelak ketika sudah dewasa atau beberapa tahun lagi ketika kau sudah mampu membaca. Atau bisa jadi orang lain membaca ini dan menceritakan padamu.

N, kupikir kau adalah teman bermain yang mengasikkan. Iya, tak perlu kaget, aku memang teman bermain yang sekaligus momong kamu.

N, kau tak jauh berbeda dengan bocah lain seusiamu. Ya, dunia anak adalah dunia bermain. Begitulah masa kecilmu.

N, kuberitahu, masa kecilmu kau suka main masak-masakan. Bermodal pasir, air, bunga, dan peralatan masak terbuat dari plastik. Kau tampak gembira kadang terlihat serius. Kadang aku senyum-senyum sendiri akan kelakuanmu dengan abangmu yang setahun lebih tua darimu.

N, kau sedikit berbeda dengan abangmu, mungkin karena kau lebih muda setahun dari abangmu. Orang bilang, kau itu nangisan.

N, jika abangmu  melihatku pulang, akan selalu tanya apakah aku bawa laptop atau tidak. Abangmu itu suka sekali dengan Tom and Jery. Jika sudah kuputarkan film itu, abangmu dengan begitu khidmat menyimak, sampai melongo. Beda denganmu, yang lebih tertarik utuk memencet tombol atau layar laptop.

N, kau tak jauh beda dengan bocah lainya seusiamu di jaman ini yang lebih dekat dengan teknologi, gadget, smartphone.

N, diusiamu yang belum juga masuk sekolah kau sudah bisa untuk memutar lagu, melihat foto dan video, tentu tak ketinggalan bermain game di ponsel/ ipad orangtuamu.

N, bahkan kau lebih tau cara memainkan game daripada aku, untuk tau cara bermain, terkadang aku memperhatikanmu dulu ketika kau bermain. Bahkan terang-terangan menayakan padamu.

N, untung orangtuamu menyelipkan game edukasi pada ponsel, kau bisa tetap belajar.

N, kelak kekita kau dewasa, mungkin beberapa bagian dimasa kecilmu yang tak kau ingat. Mungkin itu saat denganku. Saat aku jadi teman bermainmu.

Tapi tak apa N, toh kamu sudah pernah buatku tersenyum dengaan tingkah lucu mu.

N, kelak ketika kau melihat sebuah foto masa kecilmu atau membaca tulisan ini kau jadi ingat dengan masa kecilmu, bisa jadi iya, tapi mungkin saja kau tetap tak ingat.

Tapi tak apa N, toh aku sudah pernah merasa gembira saat bersamamu.

N, jika kelak kau sudah dewasa, kau boleh memintaku untuk bercerita tentang masa kecilmu. 
Dengan senang hati aku akan menceritakanya. Meski, kelak ketika kau sudah dewasa, mungkin aku sudah memasuki masa tua dan itu berkaitan juga dengan ingatan.

N, ingatan manusia memang terbatas. Sebab itu aku mencatat bagian-bagian penting , dalam bentuk tulisan, foto dan lain hal. Ya, dengan itu aku merawat ingatanku, termasuk denganmu. Teman bermainku.



Dari, teman bermainmu ketika kau masih kecil.

2 comments: